pulau-pari-maiga

Pulau Pari adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia, Pulau ini berada di tengah gugusan pulau yang berderet dari selatan ke utara perairan Jakarta. Dengan pantainya yang berpasir putih dan berair bening kehijauan, Pulau Pari menjadi salah satu objek wisata di Kepulauan Seribu.

Dengan kapal cepat, Pulau Pari bisa ditempuh 1-1,5 jam dari Dermaga Marina di Ancol atau dari Pelabuhan Kaliadem di Muara Angke, Jakarta Utara. Pulau ini relatif dekat dengan Pulau Rambut, Lancang, Tidung, dan Pulau Pramuka yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu. Dari beberapa pulau itu, Pari bisa ditempuh kurang dari 30 menit.

Pari menjadi salah satu titik singgah kapal-kapal cepat angkutan umum milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang melayani rute Muara Angke-Kepulauan Seribu dua kali sehari, ada tempat wisata yang indah di kepulauan seribu. Wisata terbaik Indonesia, wisata Pulau Pari, Disana anda bisa menikmati pemandangan biru laut dan langit serta bebukitan yang mempesona bersama keluarga anda atau teman – teman. Ditengah sibukanya dan padatnya Jakarta anda tetap harus menjaga dinginnya fikiran, salah satunya adalah dengan refreshing atau berlibur. Dengan liburan fikiran akan menjadi lebih segar dan siap menyongsong aktifitas dengan bersemangat.

Pada awalnya Pulau Pari adalah sebuah pulau pulau kosong yang tidak berpenghuni dan belum memiliki Nama  diberikan nama pada tahun 1900an bisa dipastikan pada masa penjajahan belanda di kawasan tangerang banten dan warga tangerang tersebut melarikan diri ke Pulau Pari untuk menghindari kerja paksa oleh belanda diantaranya yang pertama kali adalah   keluarga pak arsyad beserta istri dengan lima anaknya, dinamakan Pulau Pari ini sebab dahulu diwilayah laut dangkal di Pulau Pari banyak sekali ikan pari kerena itu Di sebutlah Pulau Pari.

Setelah beberapa tahun Pulau Pari dihuni oleh warga tangerang tersebut dan berbondong – bondong ke Pulau Pari untuk menghidari kerja paksa, keharmonisan dan kerukunan ketentraman warga Pulau Pari membuat warga tangerang merasa nyaman tinggal di Pulau pari, dan akhirnya setelah belanda meninggalkan indonesia maka jepang sebagai pengantinya dan ditemukanlah oleh warga jepang bahwa ada banyak warga tangerang yang nenetap dipulau pari akhirnya warga Pulau pari dipaksa oleh jepang untuk menjadi nelayan tanpa dibayar satu sepeserpun untung saja hal tersebut tidak berlangsung lama karna segera merdeka indonesia.

Lambat laun Perkembangan jaman mulai berubah warga Pulau pari mulai berfikir untuk mengembangkan budaya alamnya diperairan sekitar dengan bercocok tanam rumput dari beberapa jenis termasuk jenis rumput laut bali hijau,kelabu, dan merah dengan memanfaatkan alam sekitar ternyata dari hal tersebut ternyata Pulau pari mendapat dukungan dari pemerintah DKI jakarta dan pemerintah membangun pusat penelitian untuk rumput laut yang dimotori oleh lembaga pengetahuan indonesia LIPI yang didirikan disebelah barat Pulau Pari yang diresmikan oleh gubernur ali sadikin yang difungsikan sebagai tempat penelitian rumput laut.

Ternyata keberhasilan pulau Pari dibidang rumput laut maju dengan pesat dari hasil rumput laut yang berada di Pulau Pari tersebut dicoba kembali dibeberapa Pulau yang berada di Perairan Pulau seribu seperti Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau payung, dan Pulau – Pulau Yang lainya dan sukses pada tahun 1998 sampai tahun 2000 hanya berjalan dua tahun saja karena faktor limbah yang tidak bisa membuat agar tersebut bisa tumbuh tapi Pulau Pari tetap bertahan walau ada beberapa tanaman agar- agar di Pulau Pari yang terkena limbah tapi normal kembali dan musim juga sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan rumput laut yang berada di Pulau Pari sampai sekarang rumput laut di Pulau pari tetap masih di budidayakan.

pendaftaran